Kamis, 18 April 2013

Radioaktivitas (Kedokteran Nuklir)



RADIOAKTIVITAS

RINGKASAN
Radioaktivitas adalah kemampuan inti atom yang tak-stabil untuk memancarkan radiasi menjadi inti yang stabil.
Materi yang mengandung inti tak-stabil yang memancarkan radiasi,disebut zat radioaktif.
Besarnya radioaktivitas suatu unsur radioaktif (radionuklida) ditentukan
oleh konstanta peluruhan (l), yang menyatakan laju peluruhan tiap detik, dan waktu paro (t½). Kedua besaran tersebut bersifat khas untuk setiap radionuklida.
Berdasarkan sumbernya, radioaktivitas dibedakan atas radioaktivitas alam dan radioaktivitas buatan. Radioaktivitas buatan banyak digunakan di berbagai bidang.
URAIAN
1. Definisi radioaktivitas
Radioaktivitas adalah kemampuan inti atom yang tak-stabil untuk memancarkan radiasi dan
berubah menjadi inti stabil. Proses perubahan ini disebut peluruhan dan inti atom yang takstabil disebut radionuklida. Materi yang mengandung radionuklida disebut zat radioaktif. Peluruhan ialah perubahan inti atom yang tak-stabil menjadi inti atom yang lain, atau berubahnya suatu unsur radioaktif menjadi unsur yang lain.
Radioaktivitas ditemukan oleh H. Becquerel pada tahun 1896.
Becquerel menamakan radiasi dengan uranium. Dua tahun setelah itu, Marie Curie meneliti radiasi uranium dengan menggunakan alat yang dibuat oleh Pierre Curie, yaitu pengukur listrik piezo (lempengan kristal yang biasanya digunakan untuk pengukuran arus listrik lemah), dan Marie Curie berhasil membuktikan bahwa kekuatan radiasi uranium sebanding dengan jumlah kadar uranium yang dikandung dalam campuran senyawa uranium. Disamping itu, Marie Curie juga menemukan bahwa peristiwa peluruhan tersebut tidak dipengaruhi oleh suhu atau tekanan,
dan radiasi uranium dipancarkan secara spontan dan terus menerus tanpa bisa dikendalikan. Marie Curie juga meneliti campuran senyawa lain, dan menemukan bahwa campuran senyawa thorium juga memancarkan radiasi yang sama dengan campuran senyawa uranium, dan sifat pemancaran radiasi seperti ini diberi nama radioaktivitas.
Pada tahun 1898, ia menemukan unsur baru yang sifatnya mirip dengan bismut. Unsur baru ini dinamakan polonium diambil dari nama negara asal Marie Curie, yaitu Polandia. Setelah itu H. Becquerel dan Marie Curie melanjutkan penelitiannya dengan menganalisis pitch blend (bijih uranium).
Mereka berpendapat bahwa di dalam pitch blend terdapat unsur yang radioaktivitasnya lebih kuat daripada uranium atau polonium. Pada tahun yang sama mereka mengumumkan bahwa ada unsur radioaktif yang sifatnya mirip dengan barium.
Unsur baru ini dinamakan radium (Ra), yang artinya benda yang memancarkan radiasi. Detail dari penemuan ini dapat dilihat pada pokok bahasan tentang Penemuan Radioaktivitas Alam.
2. Waktu Paro
Waktu paro (t½) adalah waktu yang diperlukan oleh suatu radionuklida untuk meluruh sehingga jumlahnya tinggal setengahnya. Radiasi radionuklida mempunyai sifat yang khas (unik) untuk masing-masing inti. Peristiwa pemancaran radiasi suatu radionuklida sulit untuk ditentukan, tetapi untuk sekumpulan inti yang sama, kebolehjadian peluruhannya dapat diperkirakan. Waktu paro bersifat khas terhadap setiap jenis inti. Laju pancaran radiasi dalam satuan waktu disebut konstanta peluruhan (l) dan secara matematik hubungan antara l dan t½ dinyatakan dengan l = 0,693/ t½
3. Radioaktivitas alam dan buatan
Berdasarkan asalnya, radioaktivitas dikelompokkan menjadi radioaktivitas alam, dan radioaktivitas buatan, yaitu hasil kegiatan yang dilakukan manusia. Dalam radioaktivitas alam,ada yang berasal dari alam dan dari radiasi kosmik. Radioaktivitas buatan dipancarkan oleh radioisotop yang sengaja dibuat manusia, dan berbagai jenis radionuklida dibuat sesuai dengan penggunaannya.
4. Radioaktivitas alam
4.1 Radioaktivitas primordial
Pada litosfer, banyak terdapat inti radioaktif yang sudah ada bersamaan dengan terjadinya bumi, yang tersebar secara luas yang disebut radionuklida alam. Radionuklida alam banyak terkandung dalam berbagai macam materi dalam lingkungan, misalnya dalam air, tumbuhan,kayu, bebatuan, dan bahan bangunan.
Radionuklida primordial dapat ditemukan juga di dalam tubuh mausia. Terutama radioisotop yang terkandung dalam kalium alam. Uraian lengkap mengenai radioaktivitas alam dijelaskan pada pokok bahasan "inti radioaktif alam (08-01-01-02)".
4.2 Radioaktivitas yang berasal dari radiasi kosmik
Pada saat radiasi kosmik masuk ke dalam atmosfer bumi, terjadi interaksi dengan inti atom yang ada di udara menghasilkan berbagai macam radionuklida. Yang paling banyak dihasilkan adalah H-3 dan C-14.
Kecepatan peluruhan dan kecepatan pembentukan radionuklida seimbang,sehingga secara teoritis jumlahnya di alam adalah tetap. Berdasarkan fenomena tersebut, maka dengan mengukur kelimpahan C-14 yang ada dalam suatu benda, dapat ditentukan umur dari benda tersebut dan metode penentuan umur ini dinamakan penanggalan karbon (Carbon Dating).
5. Radioaktivitas Buatan
5.1. Radioaktivitas yang berhubungan dengan pembangkit listrik tenaga nuklir
Energi yang dihasilkan oleh proses peluruhan dapat digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga nuklir. Dalam instalasi pembangkit listrik tenaga nuklir, faktor keselamatan radiasi menjadi prioritas yang utama, dan dengan berkembangnya teknologi pembangkit listrik tenaga nuklir, maka tingkat keselamatan radiasinya pun semakin tinggi.
5.2. Radioaktivitas akibat percobaan senjata nuklir
Radioaktivitas yang berasal dari jatuhan radioaktif akibat percobaan senjata nuklir disebut fall out. Tingkat radioaktivitas dari fall out yang paling tinggi terjadi pada tahun 1963 dan setelah itu jumlahnya terus menurun.
Hal itu disebabkan pada tahun 1962 Amerika dan Rusia mengakhiri percobaan senjata nuklir di udara.
5.3. Radioaktivitas dalam kedokteran
Radioaktivitas yang berasal dari radioisotop dalam bidang kedokteran digunakan misalnya untuk diagnosis, terapi, dan sterilisasi alat kedokteran. Uraian lengkap dari penggunaan radioaktivitas di bidang kedokteran dapat dibaca pada pokok bahasan penggunaan radiasi dalam bidang kedokteran.
5.4. Radioaktivitas dalam rekayasa teknologi
Penggunaan radiasi dalam bidang pengukuran (gauging), analisis struktur materi,pengembangan bahan-bahan baru, dan sebagai sumber energi dibahas dalam pokok bahasan penggunaan radiasi dalam rekayasa teknologi.
5.5. Radioaktivitas dalam bidang pertanian
Penggunaannya dalam bioteknologi, pembasmian serangga atau penyimpanan bahan pangan, dan teknologi pelestarian lingkungan dibahas dalam pokok bahasan penggunaan radiasi dalam produksi pertanian, kehutanan dan laut.

Sumber : www.batan.go.id

Rabu, 17 April 2013

25 Istilah yang harus di ketahui siswa Radiologi.

Top 25 Siswa Radiologi Syarat Harus Anda Ketahui

Berikut ini adalah top 25 istilah Radiologi siswa harus tahu. Ada istilah lain yang Anda akan perlu mengetahui seluruh pendidikan dan karier, tetapi 25 siswa atas hal radiologi harus tahu yang paling penting:
1. Angioplasti: Memanfaatkan balon kecil dimasukkan ke pembuluh darah di ujung kateter untuk membuka daerah diblokir dalam kapal.
2. Arteriogram: X-ray dari arteri dan vena untuk menemukan kapal yang tersumbat atau menyempit.

3. Arthrography: Sebuah media kontras disuntikkan ke kapsul sendi untuk membuatnya mungkin untuk melihat patologi jaringan lunak yang melibatkan sendi.
4. Baseline mamografi: Awal payudara pemeriksaan radiografi digunakan untuk perbandingan masa depan.
5. Barium: kimia logam yang melapisi organ dalam untuk x-ray.
6. Brachytherapy: Radiasi pengObatan yang menggunakan zat radioaktif dalam tubuh pasien dekat dengan daerah yang terpengaruh.
7. CAD: Computer-Assisted Deteksi.
8. Diagnostik radiologi: Memanfaatkan teknik radiologi invasif terutama untuk diagnosis.
9. Doppler: USG metodologi untuk memeriksa Pembuluh darah tanpa x-ray.
10. Kamera gamma: kedokteran nuklir perangkat yang memindai pasien setelah menyuntikkan sejumlah kecil bahan radioaktif untuk pengujian.
11. Tabung gastrostomy: Tabung ini dimasukkan ke dalam perut ketika pasien tidak dapat menerima makanan melalui mulut.
12. Intravascular ultrasound: Memanfaatkan USG dalam pembuluh darah untuk meningkatkan visualisasi dari interior kapal.
13. Intravena: Ketika sesuatu masuk ke dalam vena.
14. Akselerator linear: Mesin yang digunakan untuk menciptakan energi tinggi sinar-x untuk pengobatan radiosurgery dan terapi radiasi.
15. Mammogram: Sebuah penyakit-mendeteksi sinar-x payudara.
16. MDCT: Multi-Detector Computed Tomography
17. MRA: Magnetic Resonance Angiography
18. MRI: Magnetic Resonance Imaging
19. Kedokteran nuklir: Radiologi khusus memanfaatkan jumlah kecil dari zat radioaktif.
20. Opacified: Memperkenalkan bahan kontras untuk radiasi x-ray.
21. Positron emission tomography: Suatu prosedur kedokteran nuklir untuk mengukur aktivitas sel metabolisme.
22. Stent: koil Tiny dan diperluas dimasukkan ke dalam pembuluh darah di lokasi penyumbatan.
23. USG: teknik pencitraan diagnostik menggunakan frekuensi tinggi gelombang suara.
24. Ureterogram: Pemeriksaan radiografik dari ureter.
25. Urethrogram: Studi uretra.

Dosis Radiasi yang dapat di terima tubuh

Nilai Batas Radiasi yang di terima tubuh:
  • Nilia batas rata-rata tertinggi tahunan      = 5 Rem
  • Nilai batas rata-rata tertinggi kwartalan    = 1,25 Rem
  • Nilai batas rata-rata tertinggi mingguan    = 0,1 rem
  • Nilai batas tertinggi tahunan                    = 10 Rem
  • Nilai batas tertinggi kwartalan                  = 3 Rem
  • Nilai batas tertinggi mingguan                  = 0,3 Rem